Kamis, 29 April 2010

perbedaan kualitatif dan kuantitatif

PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Penelitian kualitatif sebagai model yang dikembangkan oleh mazhab Baden yang bersinergi dengan aliran filsafat phenomenology menghendaki pelaksanaan penelitian berdasar pada situasi wajar (natural setting),sehingga kerap juga orang menebutnya sebagai metode naturalistih.Sehingga secara sederhana dapat dinyatakan bhawa penelitian kuantitatif adalah meneliti informasi-sebgai subjek penelitian dalam lingkungan keseharian.Untuk itu para peneliti kuantitatif sedapat mungkin beronteraksi secara dekat mengenal informan,mengenal dekat dunia kehidupan,mengamati dan mengikuti alur kehidaupan informan secara apa adanya.Pemahaman akan symbol-simbol dan bahasa asli masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan.
Penelitian kuantitatif peneliti dapat dengan sengaja mengadakan perubahan terhadap dunia sekitar dengan melakukan ekperimen.


Perbedaan Antara Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif

Aspek Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif
1. Masalah yang diteliti Menekankan pada beberapa variable Menekankan pada semua variable, jika mungkin dijadikan permasalahan yamg diteliti lebih mendalam
2. Tujuan Menguji teori dan menegakan fakta-fakta Mengembangkan kepekaan konsep dan penggambaran realitas yang tidak tunggal (jamak)
3. Pola pikir Ada masalah  berteori  berhipotesis  ke lapangan  mencari data  menguji  hipotesis  teori bersipat top down Ke lapangan  menemukan data  data dicocokan dengan teori  teori bersifat bottom up
4. Responden sebagai sumber data Banyak diambil secara random Jumlah kecil sekitar 10 orang, diambil secara purposive
5. Objek yang diteliti Perilaku manusia dan fenomena alam Perilaku manusia, proses kerja
6. Desain Penelitian Survey, studi kasus, eksperimen Studi kasus
7. Sampel Besar, memiliki kelompok control yang dipilih secara random dengan pertimbangan strata yang ada Kecil tidak representative dengan tujuan tertentu
8. Metode pengumpulan data Angket, wawancara, observasi, chek list. Lebih menekankan pada observasi, dan wawancara
9. Bentuk data Berupa angka atau data kualitatif yang diangkakan Kata-kata, kalimat, gambar, perilaku
10. Sifatnya Deskriptif, komparatif, asosiatif Deskriktif
11. Analisinya Menjawab masalah dan menguji hipotesi Tidak menguji hipotesi, tetapi menjawab masalah
12. Hasil penelitian Generalisasi Lebihmenekankan pada makna
13. Kebenaran Etik Emik
14. Kedekatan dengandata peneliti Jauh dari data yang diteliti, peneliti mengambil jarak dengan responden yang ditelitinya Sangat dekat dengan data yang diambil, peneliti mengikuti aktivitas keseharian informan
15. Asumsi Realitas bersifat statis Realitas bersifat dinamis


Perbedaan Antara Paradigma Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Paradgma kualitatif Paradigma Kuantitatif
1. Menganjurkan pemakaian metode kualitatif
2. Bersandar pada fenomologis dan versthen
3. perhatian tertuju pada pemahaman
4. Pengamatan berssifat alamiah dan tidak dikendalikan
5. Bersifat subjektif
6. Bertolak dari perspektif “dalam” individu atau subjek yang ditelit
7. Penelitian bersifat mendasar
8. ditujukan pada penemuan
9. Menekankan pada perluasan
10. Bersifat deskriptif dan induktif
11. Berorientasi pada proses
12. data bersifat mendalam,kaya dan nyata
13. Tidaka dapat digenerelasikan
14. Studi terhadap kasusu tunggal
15. realitas bersifat dinamik
16. Bersaifat holistik 1. Menganjurkan pemakaian metode Kuantitatif
2. Bersandar pada logika positivisme
3.Mencari fakta-fakta dan sebab-sebab dari gejala social dengan mengesampingkan keadaan individu-individu
4.pengamatan ditandai dengan pengukuran yang dikendalikan
5.Bersifat objektif
6.Bertolak dari sudut pandang luar
7.Penelitian tidak bersifat mendasar
8 ditujukan pada pengujian.
9. Menekankan pada penegasan
10.Infresial,deduktif-hipotik
11. Berorientasi pada hasil
12.Data dapat diulang

13. Dapat digenerelasikan
14.Studi atas banyak kasus
15. realitas bersifat stabil
17.Bersifat partikularistik

Ada pula sisi yang sama-sama dimiliki oleh kedua penelitian ini sebagai sara untuk mendapatkan pengetahuan yang baru:
1. Pada tahap awal ,kedua peneliti dengan desain yang berbeda meneliti satu tema yang masih bersifat umum.
2. Terkait dengan tema yang akan diteliti,tahap berikutnya adalah membuat pertanyaan-pertanyaan yang dimaksudkan untuk studi pendahuluan.
3. Masing-masing desain telah memiliki asumsi yang mendasari penelitian tersebut.
4. Dalam proses pelacakan informasi awal terkadang menggunakan metode yang sama seperti observasi,wawancara dan dokumentasi.
5. Memeriksa kebenaran data yang telah diperoleh dengan cara masing-masing.
6. Mengelola data yang diperoleh dan membuat laporan penelitian yang dilakukan.
Karateristik penelitian kualitatif
1. Berlangsung dalam situasi alamiah dan desain bersifat alamiah.artinya peneliti tidak berusaha memanipulasi setting dari penelitian.
2. Fenomena bersifat dinamis dan berkembang
3. Dalam penelitian kualitatif rumusan masalah sering diistilahakan dengan focus penelitian.Dalam penelitian ada batas kajian penelitian yang ditentukan oleh focus.
4. Penelitian bersifat deskriptif
5. Sasaran penelitian berlaku sebagai subjek penelitian bukan objek penelitian.
6. Dat penelitian bersifat deskriptif yang berupa narasi cerita,penuturan informan,fota dll.
7. Fokus utama penelitian adalah pada proses dan interaksi subjek,prilaku yang ditampilkan,
8. Sumber data adalah orang-orang yang tahu informasi yang akan diteliti.
9. Pemilihan subjek dilakukan secara purposif dan menghindari pemilihan secara acak.
10. Kontak personal secara langsung antara peneliti dengan subjek yang diteliti.
11. Human instrument.
12. Mengutamkan data langsung.
13. Pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan terlibat dalam pengumpulan data.
14. Peneliti dan subjek penelitian terjalin akrab.
15. Prespektif holistic.
16. Berorientasi pada kasus unik.
17. Netralis simpatik.
18. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi dan memperpanjang observasi.
19. Analisis data secara induktif
20. Sisi kebenaran lebih pada sisi informan,kebenaran emik.
21. Tidak generelisasi,kesimpulan bersifat subjektif.
22. Memilki sifat lentur.
23. Sangat terkait dengan makna-makna yang terkandung dalam proses social.
24. Pengumpulan dan analisis data dimungkinkan terjadi secara stimulant,sesuai dengan konsep maju bertahap

Karateristik penelitian Kuntitatif
1. Usulan penelitian bersifat terinci,luas dan banyak literature,prosedur yang jelas.
2. Tujuan penelitian dioreintasikan untuk melihat hubungan variable,menguji eori dan mencari generelisasi yang mempunyai prediktif.
3. Desain bersifat spesifik,jelas,rimci.
4. Menggunakan lokika ekperimen.
5. mencari hukum universal.
6. Data yang diperoleh banyak didominasi angka sebgai hasil pengukuran.
7. Menggunkan sample yang banyak.
8. proses pengumpulan data menggunakan angket,tes,wawancara.
9. mengamati hanya dengan meneliti gejala-gejala yang dapat diamati.
10. Bersifat Atomistik
11. Bersifat Reduksi
12. bersifat detreministik.
13. Tujuan penelitian diarahkan untuk menunjukan hubungan antara variable,memverifikasi eori,melakukan prediksi dan generilisasi.
14. Melakukan intevensi terhadap realitas social dengan menggunakan perlakuan tertentu.
15. Melakukan uji terhadap hipotesisi yang diujikan.
16. Melkukan generalisasi berdasar smpel yang lebih kecil dari populasi dengan asumsi gejala yang terjadi pada sample juga terjadi pada populasinya.
17. hubungan antara peneiti dengan subjek yang diteliti jauh dan tanpa kontak.
18. Analisis data dilakukan pada akhir prses pengumpulan data,bersifat deduktif dan menggunakan statistic.
19. Kebenaran yang ditemukan bersifat etik.
Selengkapnya...

Selasa, 06 April 2010

DAKWAH MELALUI PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالََ : عَنِ النَّبِيُّ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَالَ : مَثَلُ مَا بَعَثَنِيَ الله ُبِهِ مِنَ الْهُدَى وَالْعِلْمِ , كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيْرِ أَصَابَ أَرْضًا , فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ , قَبِلَتِ الْمَاءَ , فَأَنْبَتَتِ الْكَلأَ وَاْلعُشْبَ الْكَثِيْرَ , وَ كَانَتْ مِنْهَا أَحَادِبُ , أَمْسَكَتِ الْمَاءَ , فَنَفَعَ اللهُ بِهَا النَّاسَ , فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَ عُوا , وَأَصَابَ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى , إِنَّمَا هِيَ قِيْعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَلاَ تُنْبِتُ كَلأَ , فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فيِ دِيْنِ اللهِ , وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيَ الله ُبِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ , وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا , وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ


“Nabi Muhammad saw bersabda : pengibaratan petunjuk dan ilmu pengetahuan yang diberikan Allah kepadaku adalah seperti hujan deras yang diturunkan Allah ke permukaan tanah. Sebagaian adalah tanah yang subur yang menyerap air hujan itu dan di atasnya tumbuh rumput dan sayur mayur. Sebagian lagi tanah keras yang air itu dan orang-orang dapat menggunakannya sebagai air minum. Yang lainnya tanah yang tandus yang tidak dapat menyerap air dan sayur-mayur tak dapat tumbuh di atasnya (sehingga tanah itu tidak memberikan keuntungan apapun).


Yang pertama dan kedua adalah contoh orang yang memahami agama (Islam) dan memperoleh keuntungan dari pengetahuan yang diturunkan oleh Allah kepadaku (Nabi Muhammad saw). Kemudian mempelajari dan mengajarkannya kepada orang lain. Yang terakhir adalah contoh orang yang tidak mempedulikannya dan tidak memperoleh petunjuk Allah yang diturunkan kepadaku (ibarat tanah yang tandus)

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيَ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قاَلَ : يَسِرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا


Nabi Muhammad saw pernah bersabda : ringankanlah orang-orang (dalam masalah agama), dan janganlah membuatnya menjadi sukar bagi mereka dan berilah kabar gembira dan janganlah membuat mereka melarikan diri( dari Islam)


Ditinjau dari prosesnya, pendidikan adalah komunikasi, yakni pengajar sebagai komunikator dan pelajar sebagai komunikan. Perbedaan antara komunikasi dengan pendidikan terletak pada tujuan yang diharapkan. Ditinjau dari efek yang diharapkan, tujuan komunikasi sifatnya umum, sedangkan tujuan pendidikan sifatnya khusus (meningkatkan pengetahuan seseorang mengenai suatu hal sehingga ia mengetahuinya)

Dalam pendidikan, biasa dilakukan diskusi. Komunikasi dalam berdiskusi bersifat intracommunication dan intercommunication.

Intracommunication : komunikasi yang terjadi pada diri seseorang, ia berkomunikasi dg dirinya sendiri sebagai persiapan untuk melakukan intercommunication dengan orang lain

Secara teoritis, pada waktu seorang pelajar melakukan intracommunication terjadilah proses :
persepsi : penginderaan terhadap suatu kesan yang timbul dalam lingkungannya. Penginderaan dipengaruhi oleh pengalaman, kebiasaan dan kebutuhan.
Ideasi : seseorang mengkonsepsi apa yang dipersepsikannya.
Transmisi Selengkapnya...

Proses komunikasi

oleh Dosen STAIN samarinda jurusan Dakwah yakni Ibu Ida Suryani Wijaya pada mata kuliah Hadits Komunikasi


Dampak komunikasi :
Dampak kognitif
Dampak afektif
Dampak behavioral

Dampak Kognitif : efek yang timbul pada komunikan yang menyebabkan dia menjadi tahu atau meningkat kualitasnya. Di sini pesan yang disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran komunikan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَالَ :اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتٍ قِيْلَ , يَا رَسُولُ اللهِ وَمَا هُنَّ ؟ قَالَ : اَلشِّرْكُ بِاللهِ , وَالسِّحْرُ, وَقَتَلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ, وَاَكْلُ الرِّبَا , وَاَكْلُ مَالَ الْيَتِيْمِ , وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّخَفِ ,وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ


……”jauhilah tujuh macam hal yang dapat membinasakan” Beliau ditanya, apakah itu ya Rasulullah? Beliau menjawab : menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang benar, mamakan harta riba, mamakan harta anak yatim, malarikan diri dari peperangan dan menuduh berbuat zina terhadap wanita baik-baik lagi beriman.


Dampak Afektif : efek yang ditimbulkan tidak hanya agar komunikan mengetahui tetapi juga tergerak hatinya dan bisa menimbulkan perasaan tertentu (sedih, iba, gembira, marah dll)

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : إِنَّ مِنْ اَشْرَطِ السَّاعَةِ : أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتُ الْجَهْلُ وَيُشْرَبُ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

..... di antara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah ilmu agama akan diambil kembali (dengan meninggalnya para ulama), ketidaktahuan agama merajalela, meminum-minuman beralkohol (telah menjadi kebiasaan), zina dilegalkan dan dilakukan secara luas dan terbuka.



Dampak Behavioral :Efek yang timbul pada komunikan dalam bentuk prilaku, tindakan dan kegiatan


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ : لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا , وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابوُّا أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمْ بَيْنَكُمْ



kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman hingga kamu saling mencintai, maukah aku tunjukkan kepadamu apabila kamu mengerjakannya kamu akan saling mencintai ? yaitu sebarkanlah salam diantara kamu Selengkapnya...

Ku Ingin Namun Tiada Daya...

Ku terdiam saat melihat ketulusan hatimu
Ku terpana saat melihat tatapan matamu
Ku tersentak mendengar ke jujuran hatimu
Ku tau kau mempunyai harapan dan impian yg sangat indah
Ku tau kau yakin akan diriku...

Dan...
Kau mampu menghilangkan rasa gundah dihatiku
Kau mampu menciptakan kedamain dalam hatiku
Kau seperti malaikat di malam ku
Kau s'lalu menjadi bintang di dalam tidurku

Kau...
Membawa ku pada kebaikan...
Menjadikan aku seperti seorang bidadari
Membawaku merancang segala impian bersama

Ku...
Ingn Meraih tangan mu
meujudkan segala harapan dan mimpi
Ingin mengisi ke kosongan hatimu
Namun tiada daya untuk melakukan semua itu
Untuk meraih segala mimpi dan harapan yg telah kau yakini
Karena ku tak bisa menjadi yg terbaik dalam hidupmu
KU INGN NAMUN TIADA DAYA...


by..unie
Selengkapnya...

PERAN DAN ETOS KOMUNIKATOR DALAM BERDAKWAH

oleh Dosen STAIN samarinda jurusan Dakwah yakni Ibu Ida Suryani Wijaya pada mata kuliah Hadits Komunikasi


1. Dapat memilih waktu dengan tepat
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالََ : كَانَ النَّبِيُّ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ يَخَوَّلنُاَ بِالْمَوْعِظَةِ فِي اْلأَيّاَّمِ , كَرَاهِيَةَ السَّامَةِ عَلَيْنَا
“ Nabi Muhammad SAW memilih waktu yang tepat untuk berkhutbah sehingga kami tidak merasa bosan ( Nabi tidak mengganggu kami dengan melibatkan kami dalam pembicaraan agama dan ilmu pengetahuan terus menerus sepanjang waktu “
2. Cara Nabi Berbicara
 عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالََ : كَانَ أَبوُ هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ وَيَقُولُ:………………………………… ........................................... إِنَّمَا كَانَ النَّبِيُّ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ يُحَدِّثُ حَدِيْثًا لَْوْ عَدهُ ألعَادُّ لأَحْصَاهُ
“………. Abu Hurairah sedang menceritakan hadist Nabi saw dan berkata,……………………. ………………………….Apabila Nabi berbicara seseorang akan sanggup menghitung pembicaraan beliau (mencatat kata-kata beliau karena tidak cepat)
3. Keramahan Nabi
عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ اِمْرَأَةً كَانَ فيِ عَقْلِهَا شَيْءُ فَقَالَتْ : يَا رَسُولُ اللهِ, إِنَّ لِي إِلَيْكَ حَاجَةً فَقَالَ : يَا أُمِّ فُلاَنٍ اُنْظُرِي أَيُّ السِّكَكِ شِئْتَ حَتَّى اَقْضِيَ لَكِ حَاجَتِكَ فَخَلاَ مَعَهَا فيِ بَعْضِ الطُّرْقِ حَتَّى فَرَغْتُ مِنْ حَاجَتِهَا

“ Seorang wanita tua pernah mempunyai suatu masalah pada akalnya, dia berkata : Wahai Rasulullah, saya punya suatu keperluan kepada engkau, sabda beliau wahai Ummu fulan, lihatlah di jalan mana yang kamu sukai agar aku dapat memenuhi hajatmu ? lalu beliau menemani wanita itu (mendengarkan keluhannya) di salah satu jalan sehingga wanita tersebut merasa puas.”
 ETOS KOMUNIKATOR
 Kesiapan (Preparedness)
 Kesungguhan (Seriousness)
 Ketulusan (Sincerity)
 Kepercayaan (Confidence)
 Ketenangan (Poise)
 Keramahan (Friendship)
 Kesederhanaan (Moderation)
Kesiapan (preparedness)
Seorang komunikator yang tampil di mimbar harus menunjukkan kepada khalayak, bahwa ia muncul di depan forum dengan persiapan yang matang. Kesiapan ini akan tampak pada gaya komunikasinya yang meyakinkan. Tampak oleh komunikan penguasaan komunikator mengenai materi yang dibahas.
Kesungguhan (Seriousness)
Seorang komunikator (da’i) yang berbicara dan membahas suatu topik dengan menunjukkan kesungguhan, akan menimbulkan kepercayaan pihak komunikan kepadanya
Ketulusan (Sincerity)
Da’i harus membawakan kesan kepada khalayak, bahwa ia berhati tulus dalam niat dan perbuatannya, sehingga dapat menghindarkan kesan “bohong” pada pikiran khalayak
Kepercayaan (Confidence)
Da’i harus senantiasa memancarkan kepastian. Ini harus selalu muncul dengan penguasaan diri dan situasi secara sempurna (siap menghadapi segala situasi)
Ketenangan (Poise)
Khalayak cenderung akan menaruh kepercayaan kepada komunikator yang tenang dalam penampilan dan tenang dalam mengutarakan kata-kata. Ketenangan ini perlu dipelihara dan selalu ditunjukkan pada setiap peristiwa komunikasi
Keramahan (Friendship)
Keramahan komunikator akan menimbulkan rasa simpati komunikan kepadanya. Keramahan tidak berarti kelemahan, tetapi pengekspresian sikap etis. Keramahan tidak saja ditunjukkan dg ekspresi wajah, tetapi juga gaya dan cara mengutaraan paduan pikiran dan perasaannya
Kesederhanaan
Kesederhanaan tidak hanya menyangkut hal-hal yang bersifat fisik, tetpi juga dalam hal penggunaan bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan dan dalam gaya mengkomunikasikannya
Selengkapnya...